
Ternate, 29 Juni 2026 – Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (KGTK) Provinsi Maluku Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas pendidik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan Penguatan Kompetensi Guru dalam Memberikan Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) bagi 61 guru SMP Negeri 1 Kota Ternate yang diselenggarakan pada Senin (29/6) di SMP Negeri 1 Kota Ternate.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan Belajar Guru yang dilaksanakan SMP Negeri 1 Kota Ternate selama masa libur semester sebagai ruang pengembangan kompetensi guru. Dalam pelaksanaannya, KGTK Provinsi Maluku Utara menghadirkan Widyaiswara, Natasha Lystia Rumambi, sebagai fasilitator untuk memberikan penguatan mengenai implementasi layanan bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah.

Pemilihan tema tersebut didasarkan pada kebutuhan satuan pendidikan dalam mengimplementasikan Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025, yang menegaskan bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya menjadi tanggung jawab Guru BK, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh guru dalam mendampingi perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, seluruh guru diharapkan memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Selain materi layanan bimbingan dan konseling, Pekan Belajar Guru juga diisi dengan berbagai penguatan kompetensi lainnya, antara lain Penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam, Jelajah Rumah Pendidikan, Pengembangan Media Interaktif, Asesmen, dan Bedah Capaian Pembelajaran. Kegiatan ini melibatkan fasilitator dari Dinas Pendidikan, KGTK Provinsi Maluku Utara, BPMP Provinsi Maluku Utara, serta guru-guru SMP Negeri 1 Kota Ternate yang juga berperan sebagai fasilitator daerah pada berbagai program prioritas.

Dalam sesi fasilitasi, peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya membangun Growth Mindset sebagai fondasi dalam mendampingi peserta didik. Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan 7 Jurus BK Hebat, yaitu Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Membangun Kolaborasi, dan Menata Situasi. Seluruh materi disampaikan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) melalui diskusi aktif, refleksi pengalaman, serta penyelesaian lembar kerja sehingga peserta dapat mengaitkan konsep yang dipelajari dengan praktik nyata di sekolah.
Kehadiran KGTK Provinsi Maluku Utara sebagai fasilitator dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendampingi satuan pendidikan dalam meningkatkan kompetensi guru sesuai arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui penguatan kapasitas pendidik, KGTK Provinsi Maluku Utara berharap setiap guru mampu menghadirkan layanan pembelajaran dan pendampingan yang lebih inklusif, responsif, serta berpihak pada kebutuhan peserta didik sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di Maluku Utara.
