
TERNATE — Upaya meningkatkan kemampuan guru sekolah dasar dalam mengajarkan Bahasa Inggris kembali dilakukan melalui kegiatan IN SERVICE-2: Peningkatan Kompetensi Guru SD dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) Batch 1. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, ini digelar secara serempak di Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Barat.
Di salah satu sesi kegiatan, para peserta tampak mengikuti proses pembelajaran dan pendampingan secara serius. Diskusi, penyampaian materi, hingga latihan menjadi bagian dari proses untuk memperkuat kemampuan guru sebelum menerapkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan di Kota Ternate berlangsung di Hotel Grand Majang Ternate, sedangkan kegiatan di Halmahera Barat dilaksanakan di Hotel d’Hoek Jailolo. Sebanyak 12 guru jenjang SD dari Kota Ternate mengikuti kegiatan dengan narasumber Fatma Kaufua, S.Pd. dari SMP IT Albina Kota Ternate. Sementara di Halmahera Barat, kegiatan diikuti 5 guru SD dengan narasumber Many Mayanti Panese, S.Pd. dari SMP Negeri 17 Halmahera Barat.
Tujuan kegiatan ini tidak sekadar menambah pengetahuan guru tentang Bahasa Inggris. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemahiran sekaligus kemampuan pedagogik guru SD yang mengajar Bahasa Inggris. Dengan kemampuan yang lebih baik, guru diharapkan mampu membawa pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Belajar Tidak Berhenti di Materi
Ada hal menarik dari pelaksanaan kegiatan ini. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengerjakan latihan dan tugas melalui Learning Management System (LMS). Hasil latihan tersebut kemudian diimplementasikan secara langsung, salah satunya melalui simulasi mengajar.
Pola seperti ini membuat pelatihan lebih dekat dengan situasi yang akan dihadapi guru di ruang kelas. Guru tidak hanya belajar apa yang harus diajarkan, tetapi juga berlatih bagaimana menyampaikannya kepada siswa.
Bagi siswa sekolah dasar, penguatan kemampuan guru semacam ini memiliki arti penting. Guru yang semakin siap mengajar Bahasa Inggris memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga membantu siswa memahami dan menggunakan Bahasa Inggris secara lebih percaya diri.
Pada akhirnya, manfaat program tidak berhenti di ruang pelatihan. Peningkatan kompetensi guru berpotensi diteruskan kepada siswa melalui pembelajaran yang mereka terima setiap hari di sekolah. Di titik inilah pelatihan guru menjadi investasi untuk kualitas pendidikan.
Berlangsung Serempak di Dua Daerah
Di Kota Ternate, kegiatan dibuka langsung oleh Kepala KGTK Provinsi Maluku Utara, Rachmat Im Abd. Karim, S.Kom. Sementara pembukaan di Halmahera Barat dilakukan oleh Wilsa Deastuty Salim, S.Psi., M.Pd., selaku Ketua Timker Peningkatan Kompetensi dan Pengembangan Media Kantor GTK Provinsi Maluku Utara.
Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan panitia dari Kantor GTK Provinsi Maluku Utara dan Dinas Pendidikan di masing-masing daerah. Untuk Kota Ternate, panitia terdiri atas Irda Sani Yunus, S.Pd., M.Pd. sebagai penanggung jawab, Mhd. Fakhrul Papuke, S.T. sebagai ketua, Adriani U. Abas, S.E. sebagai anggota, serta Ruslan Ahmad, M.Pd. dari Dinas Pendidikan Kota Ternate.
Sementara di Halmahera Barat, kepanitiaan melibatkan Wilsa Deastuty Salim, S.Psi., M.Pd. sebagai penanggung jawab, Fachruddin Ahmad, S.Pd. sebagai ketua, Rustam Taher sebagai anggota dari Kantor GTK Provinsi Maluku Utara, serta Navratilova Latukolan dari Dinas Pendidikan Halmahera Barat.
Setelah tiga hari mengikuti rangkaian kegiatan, salah seorang perwakilan peserta, Raeda Asmir, S.Pd. Gr. dari SD Al-khairaat 03 Kota Ternate, turut menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti kegiatan.
Penutupan kegiatan berlangsung dengan cara yang cukup unik. Bapak Rachmat Im Abd. Karim, S.Kom. dan Ibu Wilsa Deastuty Salim, S.Psi., M.Pd. bertukar lokasi untuk menutup kegiatan. Bapak Rachmat menutup kegiatan di Halmahera Barat, sedangkan Ibu Wilsa menutup kegiatan di Kota Ternate.
Dari Guru, Manfaatnya Kembali kepada Siswa
Penguatan kompetensi guru pada akhirnya bukan hanya tentang sertifikat atau selesainya sebuah pelatihan. Ukuran keberhasilannya justru akan terlihat ketika pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dibawa kembali ke sekolah.
Guru adalah orang yang berhadapan langsung dengan siswa. Karena itu, semakin kuat kemampuan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris, semakin besar pula peluang siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih baik.
Bagi siswa SD, Bahasa Inggris bukan semata-mata kumpulan kosakata dan tata bahasa. Pembelajaran yang tepat dapat menjadi pintu untuk membangun keberanian berkomunikasi, rasa ingin tahu, serta kesiapan menghadapi lingkungan belajar yang semakin terbuka.
Karena itu, PKGSD-MBI Batch 1 tidak berhenti pada peningkatan kemampuan guru di ruang pelatihan. Harapannya, kompetensi tersebut bergerak dari pelatihan ke ruang kelas, dari guru kepada siswa, dan pada akhirnya ikut memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
